Pindahan Blog…!

January 17th, 2007

--- go-blog.budiaji.org ---

Horeeeeeeee! :D

Akhirnya blog utama gue (http://budiaji.wordpress.com) telah secara resmi gue pindahkan ke blog gue yang baru ini…http://go-blog.budiaji.org. Hehe!

Semua postingan gue sebelumnya udah berhasil dipindah, link pun udah, tapi sayang…comment-nya gak berhasil gue pindah. :cry:

Walaupun udah ada blog resmi ini, tapi gue belom berencana untuk nulis lagi. Banyak banget yang sekarang lagi ngejar2x gue. Nope…bukan tukang kredit…bukan Nadine Chandrawinata (sorry Ndin, kumohon lupakan aku)…bukan para homo (Keanu, Brad, Tom, maaf…aku sudah bertobat)…bukan…!

Yang jelas masih belum bisa nge-post di blog.

Okay, itu aja dech. See yaa! :)

-… …. BH,Bandung, 17 Januari 2006

Budiaji Hartono’s Blog’s Search Engine Terms

Wuiiih…udah lama gue gak nulis di blog ini. Lagi kurang sehat sich memang akhir2x ini. Sorry ya buat para fans yang udah sering ngecek ke sini (halah, kaya’banyak yang baca aja). :mrgreen: Hehe! Oh iya, gue lagi iseng buka dashboard blog gue, terus tiba2x liat ada gambar di atas itu. Yupz, k-lo loe search di Mbah Google dengan suatu keyword, terus kebetulan ada alamat blog gue di antara hasil pencarian, terus loe klik, maka secara otomatis keyword loe itu bakal tercatat di blog gue (ketauan! ;) ). Dan lihat apa saja keyword yang digunakan. Keyword dalam kotak kuning jelas tidak perlu dibahas. Udah biasa kok ada orang2x yang terpukau dengan ketampanan gue 8) (kamar mandi ada di sebelah kiri lift kalau2x anda ingin muntah). Hehe! Tapi yang di kotak merah itu lho! Huehehe, amatir banget dech. Mau nyari barang gituan kok keyword-nya gitu doank sich?! Plis donk! Tapi, Mbah Google gak salah sich. Bagi yang merasa nyasar, sebenarnya anda berada di tempat yang tepat. Hubungi gue aja. Tapi…ini rahasia ya. Jangan ampe orang2x tau. :P

Okay, sekarang kita bicara serius. Pernah denger “Size doesn’t matter“…? Nach! Yang bener aja! Size does matter oi! Kenapa gue bilang gini? Yach, mungkin harus dimulai dari kejadian beberapa hari lalu saat gue dengan (tanpa) sengaja melihat rekaman YZ vs ME. Untuk loe yang belum lihat…cucian dech loe! Hoho! K-lo penasaran, cari aja di Google Video (k-lo belom diapus lho ya), tinggal ketik keyword-nya doank kok. Keyword-nya apa? Yey, cari ndiri! Enak aja! Tapi, berhubung gue baik, gue kasih petunjuk sedikit dech. Keyword-nya ada 3 huruf, huruf pertama ‘D’, huruf ketiga ‘R’, dan huruf yang di tengah ‘P’. :P K-lo loe langsung nyoba nyari rekaman itu setelah baca bocoran gue di atas, maka gue akan mengucapkan…selamat, anda telah menjadi downline saya dalam MLM (Multi Level Maksiat). Bagus, sebarin aja, rekrut sebanyak2xnya orang untuk menjadi downline anda. Dan secara otomatis, level gue di MLM ini bakal makin tinggi. Sapa tau gue ntar bisa jadi top level-nya, terus dapet mobil BMW ataupun kavling tanah yang luas banget…di neraka. :cry:

Anyway, kirain adegannya kaya’apa. Ternyata…gitu doank! Jelas kalah jauh ama film Vivid Interactive, atau Mike’s Apartment (wohoho!). Apalagi pemerannya, yang maen di rekaman kan cuma 2 orang biasa, YZ dan ME. Adegannya gitu doank pula. Kecewa. Tapi orang2x kok pada ribut amat sich? Ampe masuk TV segala. Emang segitunya?! Gue ampe bingung banget mikirin hal ini. Tiap kemana2x pasti mikirin, ampe pusing sendiri, trus makan jadi cuma 3 kali sehari, mobil cuma punya 5 biji, rumah cuma punya 4 biji, dll. (e?!) Tapi akhirnya…gue tau kenapa orang2x pada ribut! Pasti gara2x ‘ukuran’ kan? Huahahaha! Ngaku loe pada! Ya, saya tau kawan2x. Udahlah, walaupun memang ‘ukuran’-nya cuma segitu, gak pa2x kok. Yang penting kan niatnya. Asal niatnya baik kan gak pa2x. (Hah?! Apa sich?!) Hehe! Udah ach, jangan ngomongin ‘ukuran’ terus. Kan gak enak, orang tua kok digituin. Okay? Siiip. :D

Nach, makanya, mari kita bersikap profesional. Sebagai seorang penikmat dan pengamat film biru, gue akan membahas rekaman karya anak bangsa ini. Kita mulai saja :

  1. Kualitas gambar buruk. Sehingga cukup membingungkan…antara siapa yang pemain pria, dan siapa pemain perempuannya. Sedikit kronologi kejadian pada rekaman ini, yang pertama tampak di layar adalah kaki, lalu sebentuk tubuh tanpa detail yang cukup. (suara setan : “Gambar apaan nich?!”) Hm, terpaksa rekaman di-pause di bagian itu. Oh, ternyata itu adalah gambar wajah. Okay, rekaman diputar kembali. Kamera kemudian menyorot ke arah bawah. (suara setan : “Wah…ada yang menonjol. Wow! Ini pasti si cewek!”) Kamera terus diarahkan ke bawah, dan tak terlihat apa2x lagi di bawah. (suara setan : “Bener, memang si cewek.”). Lalu kamera berpindah ke sesosok tubuh lain. (suara setan : “Lha?! Ini juga nonjol! Kok?!”) Langsung gue rewind rekamannya. Putar perlahan, perhatikan baik2x. Ooo…ternyata sosok pertama adalah si cowok, dan ternyata tonjolan tadi adalah tonjolan perutnya. Hihi! Sapa suruh yang nonjol cuma perutnya doank? (mode sadis :twisted: )
  2. Pencahayaan sangat buruk. Apakah hal ini yang menyebabkan tidak terlihatnya sesuatu yang harusnya terlihat pada tubuh pemain pria? Entahlah. Mungkin saja. :lol:
  3. Suara yang kurang jelas. Untuk sebuah film dengan kualitas gambar buruk, maka sudah seharusnya ada kompensasi berupa kualitas suara yang bagus. Tapi sayang sekali hal tersebut tidak saya temukan di film ini. Kecewa. Suaranya donk! Siapa sich loe?! Ekspresinya! Mana ekspresinya?! (obsesi : jadi sutradara) :P
  4. Durasi terlalu singkat. Hanya 42 detik. Saudara YZ hanya mampu segitu saja? Cepat sekali. Oh, ternyata tidak, mungkin ini sekedar trailer. Saya belum berhasil melakukan konfirmasi soal ini. YZ saat ini tidak bisa dikontak karena sedang dikurung gak boleh keluar rumah oleh Ibunya gara2x bandel di sekolah. :P Sementara ME…malah terlalu sibuk mempromosikan rekaman film ini kesana kemari. Tak hanya menjadi pemeran utama perempuan, ternyata ia juga merangkap sebagai ujung tombak marketing rekaman ini. Hm, sepertinya suatu saat nanti akan muncul full version rekaman ini di bioskop2x terdekat di kota anda. Taktik dagang yang hebat. Salut untuk ME.

Tapi, dibalik segala kekurangan dari rekaman ini, saya rasa masih terdapat kelebihannya. Ya, keberanian sang pemain pria harus diacungi jempol…ech…atau kelingking saja…mengingat ukurannya gak sampe se-jempol. (sadis abis! :mrgreen: ) Haha! Dan saya harus mengucapkan selamat kepada YZ dan ME. Debut kalian di dunia perfilman sangat memukau. Karya kalian bagaikan oase di padang pasir, hujan di musim panas, AC di kota Jakarta, Budiaji di depan komputer lagi nulis blog (halah!). Segar. Walaupun memang masih banyak kekurangan, jangan menyerah. Berusahalah lagi, dan jangan berhenti berkarya. Kita majukan karya bangsa. Hidup Indonesia! Saya tunggu karya kalian selanjutnya di ajang Budiaji Award? :D

Saran pribadi saya sebagai sesama pria untuk YZ :

  1. Kalau anda jadi pemeran utama untuk film seperti ini lagi, saya sarankan saat bagian ‘adegan’-nya, gunakan…stuntman! Saya rasa pasti banyak yang bersedia. Apa? Anda mau saya yang jadi stuntman? Wah, sulit…jujur…saya gak bisa…! Ukuran bukanlah masalah untuk saya ( :P ), tapi maaf, saya lelaki setia, dan hanya satu wanita yang berhasil mengisi hati dan pikiran saya. Tiada tempat untuk yang lain. Hanya dia yang kucinta. Serius. (Love you Bo…! :oops: Miss you much…!) Tapi, tunggu, kalau lawan main saya lucu, mungkin bisa saya pertimbangkan kembali komitmen saya. Kriteria lucu : lihat di sini. Kak Nunu, main yuuuk. ;)
  2. Saya sarankan anda bertemu dengan ME! Hanya beliaulah yang dapat memecahkan masalah anda. Ya…temuilah ME…bukan Mari* Ev*, tapi…Mak Erot…! Huehehehehehehehe! :lol:

Chicken McD 1

Udah seminggu lebih gak nge-blog…kepala terasa muter2x gini, mata berkunang2x, badan lemes banget, perut keroncongan…! Ups, kaya’nya ini gara2x gue laper dech. Hehe! Makan yuk. Ingin tau menu makan malam gue hari ini? Liat gambar di atas. Yup, yup, yup! Itulah makan malam gue hari ini, paket Chicken McD 1. Hehe! Keren kan? Padahal sekarang udah tanggal 23! 23 lho! Tanggal tua! Tapi gue masih berani beli McD. Hoho! Emang gue pemberani dan tangguh. 8) Padahal belom tentu besok bisa makan. Dan entah apakah gue dapat menahan lapar hingga bulan ini berakhir…! :cry:

Okay, lupakan soal makhluk seksi (baca : gue) ini sejenak. Gue lagi pengen ngomongin soal McD nich. Dalam perjalanan gue ke kampus barusan, gue ngeliat ada restoran cepat saji McDonald’s tergeletak di pinggir jalan. Akhirnya gue putuskan untuk berkunjung silaturahmi, mengingat gue belom makan malam dari tadi pagi (ya iyalah, makan pagi sich namanya sarapan). Hehe! Begitu gue masuk ke dalam McD, gue disapa oleh Mbak2x McD dengan keramahtamahan ala McD. Berikut sekilas percakapan gue :

  • Mbak2x McD : “Selamat malam, mau pesan apa Mas?” (hah! gue dipanggil Mas! terima kasih Tuhan, ternyata gue masih terlihat muda!)
  • Gue : “Aduh, Mbak bisa aja…!” :oops: (sambil senyum malu2x)
  • Mbak2x McD : “Lho?” (bingung kenapa gue senyum2x)
  • Gue : (segera tersadar dari buaian masa muda gue) “Oh iya, mau pesen makanan Mbak buat dibawa pulang.”
  • Mbak2x McD : “Mau pesen apa Mas?” (aih! gue dipanggil Mas lagi! aaa!)
  • Gue : “Agh, Mbak gitu dech…!” (malu2x lagi)
  • Mbak2x McD : “Hah?” (bingung lagi, dan lagi)
  • Gue : (tersadar setelah liat tampang bengong Mbak-nya) “Ech, bentar Mbak, mau liat dulu. Em…pesen Chicken McD 1 aja dech Mbak.”
  • Mbak2x McD : “Baik. Mau tambah kentang?”
  • Gue : “Gak usah Mbak.”
  • Mbak2x McD : “Baik, tunggu sebentar ya Mas.” (ha! lagi2x! ah, gak nyangka gue masih terlihat segitu mudanya!)
  • Gue : (mbaknya ninggalin gue, jadi akhirnya gue bengong berduaan sama patung Ronald McDonald’s sambil liat2x harga makanan) “Hm, Chicken McD 1 harganya 19.000 perak, tambah PPN 10% berarti totalnya 20.900 perak.” :roll:
  • Mbak2x McD : (balik sambil bawa makanan gue) “Ini Mas. Semuanya 22.200 rupiah.”
  • Gue : (masih agak trans gara2x dipanggil gitu ama Mbak-nya…gue serahin lembaran 50.000 terakhir di dompet gue. hiks…! :cry: )
  • Mbak2x McD : “Kembalinya 27.800 rupiah. Terima kasih. Kembali lagi Mas.” (sambil nyerahin duit kembalian gue).
  • Gue : “Makasih.” (nerima duit sambil masih setengah mengawang2x)

Abis itu gue langsung cabut dech dari McD. Nach, sekarang gue udah sampe di kampus dengan seonggok makanan di depan gue. Perlahan-lahan, jiwa gue mulai balik ke raga gue…setelah tadi sempet meninggalkan gue sejenak gara2x Mbak2x McD tadi. Hehe! Entah kenapa…rasanya kok ada yang salah ya. Hm, apa gue lupa cuci kaki? Apa gue lupa cuci muka? Atau gue lupa baca doa? Hah?! Emangnya gue mau bobo?! :shock: Hehe! Tapi jelas ada yang salah. Akhirnya gue putuskan untuk ngeluarin semua barang yang ada di kantong gue. Mari kita rinci satu persatu barang di kantong gue :

1. Kunci Istana Pribadi
2. Kantung Uang
3. Kunci mobil BMW
4. O2 XDA II
5. Kuitansi McD
6. Kondo…

Weits, bentar…sebelum gue menyelesaikan tulisan no.6 yang ngomong2x rasanya rasa Jeruk Bali (hehe!), kaya’nya ada yang salah nich di no.5. Akhirnya gue pelototin tuch kuitansi McD. Dan akhirnya! Akhirnya! Akhirnya gue nemu penyebab dari kebelumlulusan gue dari kampus ini! Gara2x males belajar! Betul! Itu dia! Walau emang gak ada hubungan sama no.5 sich. Hehe! :lol: Btw…liat gambar kuitansi di bawah.

Kuitansi McD

Sorry kuitansinya udah lecek gitu. Abis gue agak dongkol sich tadi. Masa’penipu sampai bisa ditipu gini?! Huh! Gak ikhlas bow. Nich, keliatan gak bahwa di kuitansi ada tulisan RICEUP yang harganya 1.300 rupiah? Apa2xan tuch? Perasaan gue cuma mesen Chicken McD 1 doank dech…gak mesen nasi tambahan atau apapun. Terus kenapa ada tulisan RICEUP? Harganya jadi nambah 1.300 perak pula! Agh! Merasa tertindas dengan peristiwa ini, gue cari2x informasi. Gue buka tuch Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ternyata…gak ada jawabannya di sana. Hehe! :P Ya udah, gak masalah. Gue tanya aja ama teman gue yang alkisah pernah mengalami kejadian serupa. Ternyata emang k-lo loe mesen paket begituan di McD, pasti bakal ada RICEUP! Apa itu RICEUP? Makhluk apakah itu? Kok berani2xnya muncul di kuitansi gue?! Ternyata, kata temen gue, dia udah pernah nanya ama orang McD soal RICEUP itu. Kata si orang McD :

Iya Mas, kalau paket itu memang harus nasinya harus RICEUP. RICEUP itu maksudnya upgrade nasi jadi nasi yang lebih gede. Soalnya nasi yang di paket itu emang kekecilan. Jadi harus ditambahin.

:x Buset! Kebijakan apaan tuch?! Baru tau gue! Terus kenapa gak ada pemberitahuan sebelumnya sich?! Gila! Langsung maen tembak aja gitu?! Gak pake PDKT dulu?! Bahkan gak ngasih kesempatan buat ngutarain perasaan gue yang sesungguhnya?! Gimana k-lo tau2x gue udah punya pacar?! Hah?! Maksa bener sich! Emangnya jaman Siti Nurbaya?! (apa sich?!) :P Gue heran banget hal kaya’gini gak ada yang pernah complain! Kenapa gak pernah muncul di media massa sich?! Apa gara2x Mbak2x McD yang memakai jurus rayuan pulau kelapanya pada tiap pembeli? Ups…! Apa karena semua orang yang belanja di McD emang orang2x tajir ya? Sampai2x duit 1.300 perak gitu gak pernah dipermasalahin. Well, asal tau aja, gue beli McD woi! Gue mahasiswa! Ech bentar…berarti gue orang tajir ya? Horeee! Ech, melenceng lagi kan jadinya. Dasar McD. Bukan itu maksud gue. Maksud gue…ini jelas2x menipu konsumen, karena McD dengan seenak Cheese-Burger-nya malah membebankan biaya tambahan pada pesanan anda. Jelas yang salah si McD. Kenapa gak sekalian aja nasinya dibikin gede, terus harganya tetep harga yang murah? Atau nasinya dibikin gratis aja sekalian? Ya kan? Anda semua setuju kan dengan saya? Bagus. Loe pasti bingung kan kenapa gue mati2xan mbelain duit 1.300 perak ini. Well, ini masalah harga diri sich. Iya, gak ngerti ya? Gini, bayangin k-lo harga diri loe 1.300 perak. Terus 1.300 itu cuma laku buat RICEUP. Wah, jelas gak rela kan! Jelas loe maunya 1.300 itu minimal bisa dapet rumah gede tambah mobil mewah tambah kapal pesiar tambah macem2x kan?! Makanya, perjuangkan 1.300 rupiah loe! :D

Jadi? Gimana? Kesimpulannya? Apakah kita tutup saja McD-nya? Setuju! Jelas banget! Mari kita tutup McD! Abis…McD di sini gak pernah tutup sich…buka 24 jam 7 hari seminggu. Kasian kan karyawannya gak ada yang istirahat. Hohoho! Nyam, gue makan McD gue dulu dech. Hehehe! :P

P.S. : Anu…udah pada tau kan siapa Mahasiswa Tampan yang dimaksud di judul postingan kali ini? Terima kasih lagi. :D

Tiket Bioskop Blitz Megaplex

Bosan menonton film di bioskop yang itu2x saja (baca : bioskop 21)?
Bosan melahap makanan yang itu2x saja (baca : popcorn 21) saat menonton di bioskop?
Bosan duduk di kursi yang itu2x saja (baca : kursi 21) selama menonton di bioskop?
Bosan harus menatap layar yang itu2x saja (baca : layar 21) saat menonton di bioskop?
Bosan ngecengin mbak2x yang itu2x saja (baca : mbak2x 21) tapi gak pernah dapat?
Bosan harus membayar tiket (baca : tiket 21) untuk menonton film di bioskop?

Gue tahu solusinya! Gampank, gak usah nonton ajalah sekalian! Dasar! Rese’banget sich! Bayar murah aja minta macem2x! Parah! :x

Ehem, beberapa hari yang lalu gue dan Nyonya abis nonton film di bioskop baru di kota Bandung, Blitz Megaplex. Beberapa hari sebelum beberapa hari yang lalunya lagi juga gue abis nonton di situ. Ehem, ehem. Keren kan? 8) Tapi, agak hedon memang. Celengan ayam jago gue kaya’nya mulai jadi agak cungkrink nich. Padahal masih mahasiswa. :cry: Kasian banget kan? Nach, bagi yang merasa kasihan dan ingin menyumbang demi kelangsungan hidup gue, silakan kontak gue langsung di budiaji[underscore]hartono[at]yahoo[dot]co[dot]id, atau langsung aja transfer uang ke rekening BNI, BCA, atau Bank Muamalat (bisa minta nomer rekeningnya ke gue). Amat disarankan untuk mengirim ke tiga rekening tersebut sekaligus. Bantuan yang anda kirimkan akan dipergunakan dengan bijak dan akan langsung diberikan kepada yang membutuhkan. Sayangilah binatang. :P

Oh iya, foto di atas itu adalah foto tiket bioskop Blitz Megaplex lho. Gue abis nonton World Trade Center dan Open Season. Tapi sekarang gue gak bakal membahas soal film yang gue tonton. Standar banget soalnya. Satu film bercerita tentang Nicholas Cage jinak yang dilepas sama penjaga hutan ke alam liar pas lagi musim berburu, satu film lainnya lagi tentang beruang yang kejepit di antara reruntuhan gedung WTC bareng seekor rusa pas lagi mau nolong orang. Tidak perlu kaget. Memang film sekarang sering aneh2x gitu kok. Tapi…berasa ada yang salah ya? Tau ach, lebih baik gue bahas soal Blitz Megaplex-nya aja dech. Kaya’ngiklanin gini sich, tapi gak apa2x dech, soalnya gue lumayan kesengsem nich ama bioskop baru ini. :oops:

Bioskop ini memiliki 9 studio dengan kapasitas penonton lebih dari 2.000 makhluk. Terletak di Paris Van Java, letak tepatnya dapat dilihat di peta ini. Sedikit bercerita tentang Paris Van Java, ini adalah mall baru yang di dalamnya terdapat Carrefour, food court, toko perhiasan dan toko pakaian. Saran buat para mahasiswa, jangan coba2x liat label harga pakaian di beberapa toko pakaian di sana, bisa nangis darah loe pada. Ingat, JANGAN! Kembali ke topik, saat ini Paris Van Java memang masih belum selesai dibangun, tapi tiap kali gue dateng ke situ pasti banyak banget orang yang dateng, mungkin karena pada penasaran pengen liat gue kali ya. Hoho! Ech, k-lo loe ke Carrefour, gue sarankan loe untuk bertamasya ke toiletnya dech. Jangan lupa bawa bekal. Lumayan bagus soalnya, dibandingin toilet Blitz Megaplex yang biasa banget. Loe bakal betah dech berlama2x di situ. Bawa tiker sekalian k-lo perlu, jadi bisa piknik. Hehe

Hm, pertama kali gue nonton di Blitz Megaplex, gue agak kecewa. Begini, studio yang gue cicipin pertama tuch studio 4. Studio ini letaknya di lantai atas dan k-lo loe mau ke situ loe harus naik tangga dulu. Parah, dia gak ngasih eskalator, padahal jaraknya lumayan jauh. Begini caranya sich jelas dia kehilangan pelanggannya yang keberatan k-lo harus naik tangga, diantaranya : pengguna kursi roda, kakek dan nenek yang sudah tua renta, pinguin, belut, ikan lele, ikan gurame, ikan mas, dan masih banyak lagi ikan lainnya. Emang sich ruangan bioskopnya gede, tapi layarnya kaya’nya gak gede2x amat ach, kursinya juga gak terlalu nyaman soalnya ukurannya kecil dan agak keras. Tubuh gue yang manis manja ini jelas gak terbiasa dengan fasilitas gini. :P Tapi…kedua kalinya gue ke situ, gue baru puas. Selain karena gue emang dateng pas nomat (cuma 15.000 perak!), ternyata, beda studio tuch beda juga fasilitasnya. Studio yang gue cicipin selanjutnya ini adalah studio 7 yang letaknya di lantai bawah. Kursi di studio ini lebih gede, lebih empuk dan lebih nyaman daripada studio 4, walau memang ukuran ruangannya lebih kecil. Gak masalah. Baru berasa nich yang namanya Blitz Megaplex. Bagus, memuaskan. Perhatikan bahwa gue menggarisbawahi beberapa kata di atas karena gue berpikir di situlah adanya perbedaan fasilitas pada studio2x di sini. Kaya’nya emang studio lantai bawah beda dengan studio lantai atas dech. Makanya…berdasar pengalaman gue ini, gue berani mengambil kesimpulan…bahwa…SBY emang tepat untuk jadi Presiden RI. Gitu. (Lho?)

Tips dari gue :

  1. K-lo loe bawa mobil, mending loe geletakin mobil loe di parkiran lantai atas aja. Jalan menuju ke sana bisa loe tanyakan kepada para pegawai parkiran yang bajunya sering berganti warna, k-lo siang warnanya terang, k-lo malem warnanya gelap. :P Dan begitu turun dari mobil, loe bisa langsung masuk ke pintu Blitz Megaplex.
  2. K-lo loe lagi mau make eskalator, tapi eskalatornya mati, jangan berhenti wahai orang udik, langsung naek aja, dan bukan sulap bukan sihir, niscaya sang eskalator akan bergerak secara otomatis. Karena make sistem sensor. Kok tau? Iya donk, itulah yang namanya elektro…tukang eskalator…! 8)
  3. K-lo loe udah naik eskalator yang awalnya diam, dan bahkan tetap diam tak bergeming ketika loe sudah naik di atasnya, maka segeralah turun dan usahakan jangan ada yang liat. Malu. Karena itu artinya eskalatornya rusak atau belum bisa dipake. Makanya jangan sotoy. Hehe!
  4. K-lo loe liat karya seni dari pasir yang berbentuk lumba2x di mall situ, tolong bikin bolongan di bokongnya ya, terus titip salam dari gue. Kemarin tergoda pengen ngisengin tapi gak jadi. :P

Sekian. Sampai jumpa di bioskop terdekat di kota anda. :)

Hari Minggu malem, demi merayakan datangnya hari Senin yang jatuh pada tanggal 6 November 2006, gue memilih untuk nonton film di BSM 21. Banyak film baru nich…jadi sempet bingung antara mau nonton film…atau gak. Hehe! Akhirnya, pilihan terlempar dan jatuh pada…jreng jreeeng (suara orkestra di atas panggung)…Denias, Senandung di Atas Awan…plok plok plaaak…film garapannya seseorang yang dibintangi oleh orang-orang lainnya. Wah, film ini bagus banget lho. Nonton ya. Nach, sekian review dari saya. Terima kasih. Mari kita bicarakan topik selanjutnya. :P

Haha, tambah garink aja gue dari hari ke hari. Jadi begini…berhubung gue tercolek dengan sukses oleh film ini, gue jadi sedikit tergelitik mesra untuk menuliskan sedikit review tentang film ini. Jujur, awalnya gue gak terlalu berharap banyak ama film ini. Yach, gue pikir…paling2x film Indonesia biasa tentang anak kecil dan bla bla bla. Tapi…plak…ouch! Gue tertampar. Sekali lagi gue berhasil membuktikan kepada dunia bahwa gue pun tidak sempurna…yach, sama ajalah kaya’Brad Pitt, Antonio Banderas, dan Tom Cruise. Gue tetep bisa bikin salah…walau gue tampan, cakep, seksi, ramah, cerdas, dan segudang karakter penuh kesempurnaan dari buku Pendidikan Moral Pancasila (PMP) ataupun PPKn (yang alhamdulillah gue lupa singkatannya apa) lainnya yang gak akan gue tulis di sini karena gue orangnya rendah hati, sopan, santun, tenggang rasa, kebersamaan, dll. Ya, gue akui dengan jantan kawan2x semua…gue salah. Ternyata film ini bagus banget. :)

Film ini mengambil setting di Papua, pulau yang ternyata indah! Gak cuma karena adanya banyak makhluk tanpa busana (wow!) seperti kuskus, ikan, dan sebagainya (haha!), tapi juga karena alamnya yang mantabh. Iya! Hutannya itu lho…yakin dech gak perlu dites di dokter…cukup diliat aja udah bisa ketauan betapa masih perawan ting2x-nya, gunung2xnya yang berserakan di mana2x juga masih belom pernah dijamah, apalagi hewan2x nakalnya. Haha! Top banget! Salut buat Papua.

Ech, kembali ke film. Film ini mengisahkan tentang anak kampung Papua yang semangat banget pengen sekolah! Gila tuch bocah! Padahal alesannya agak gokil bin aneh. Nich gue kutip, baca dengan logat papua ya : “Nama saya Denias. Mama saya suruh saya sekolah. Karena dia bilang gunung takut pada anak sekolah.” Bwuahahahaha…alesannya…lugu atau bodo…perbedaannya memang setipis pembalut. Hehe!

Kisah dimulai dengan segelintir anak kampung di Papua yang belajar di sekolah darurat yang seadanya aja, gak cuma bangunannya yang tanpa dinding, tapi juga gurunya yang cuma sebatang. Di situlah si makhluk berjudul Denias ini bersekolah. Suatu hari Ibu Denias wafat dengan meninggalkan pesan yang jadi pendorong Denias untuk terus bersekolah. Namun kemudian…sang guru pergi dari Papua. Nach, di sini nich munculnya peran Ari Sihasale sebagai tentara TNI bernama Maleo mencuri hatiku (aih!). Kaya’gitu tuch harusnya TNI! Tak lama, sekolah Denias roboh dan Maleo pun sudah harus pergi dari Papua. Akhirnya Denias pergi ke kota demi melanjutkan sekolah. Anyway, jangan pikir sekolahnya kaya’di Pulau Jawa sini yang jarak tiap sekolahnya cuma sejengkal. Jauh booow! :cry:

Gue cut ach! Anggep aja Denias ketemu Gatotkaca di tengah jalan, terus Denias dianterin terbang sampai ke kota dech. Padahal aslinya sich berlari bugil kaki ngelewatin banyak gunung dan sungai. Bekal yang dia bawa ke kota cuma bola sepak, buku tulis, dan peta Indonesia bikinan Maleo. Cerita berlanjut hingga dia bertemu teman baru bernama Enos, maling lucu berhati seputih kapas berkulit sehitam batubara berambut Bob Marley. Kisah terus berjalan…hingga Denias bertemu Ibu Gembala yang diperankan Marcella Zalianty. Dia ini nich yang bantuin Denias biar bisa diterima di sekolah. Masih banyak ya orang baik di dunia. Senang. Btw, Denias berjuang lho biar bisa diterima di sekolah. Di sekolah itu dia ketemu musuh bebuyutannya, si anak kepala suku. Wuih keren dech. Udah ach, sekian review-nya.

Oh iya, hampir lupa. Sambutlah pendatang baru kita, pemeran Angel dalam film Denias. Penampilannya yang manis berhasil memberi bumbu romance pada film ini. Yach, sambutlah Pevita Eileen Pearce! Foto di bawah (terlarang untuk para pengidap Lolita Complex dan Pedofilia) :

Pevita Eileen Pearce

Tadi pagi gue liat dia maen iklan Attack Color lho. Bolehlah. ;)

Hampir lupa lagi, film ini bener2x didasarkan pada kisah asli lho, cuma namanya agak beda. Nama aslinya Janias, dan sekarang beliau ini bersekolah di Darwin, Australia, dengan beasiswa dari PT. Freeport Indonesia. Salut buat Janias. Salut buat pemeran Denias. Dan salut buat Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen yang berhasil memproduksi sebuah film mengagumkan sebagai film pertama dari rumah produksi yang baru mereka buat, Alenia Pictures. Selamat.

Terakhir, gue anugrahi film ini Budiaji Award sebagai Best Indonesian Movie of The Year. Selamat ya kawan. :D